Materi PAI Kelas 5 Al-Islam : Kisah Nabi Ayub AS, Nabi Musa AS, dan Nabi
Isa AS
Kisah Nabi Ayub AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Isa AS
Kompetensi Dasar :
1. Siswa mampu menceritakan kisah Nabi Ayub AS
2. Siswa mampu menceritakan kisah Nabi Musa AS
3. Siswa mampu menceritakan kisah Nabi Isa AS
1. Kisah Nabi Ayub AS
Nabi Ayub adalah putra dari Nabi
Ishak bin Ibrahim AS. itu berarti Nabi Ayub adalah cucu dari Nabi Allah yang
mulia Ibrahim AS. Beliau seorang Nabi yang kaya raya. sawah dan ladangnya
sangat luas, tanamannya subur, dan binatang ternaknya sangat banyak. beliau
mempunyai beberapa putra yang baik dan berbudi.
Nabi Ayub seorang yang suka
mendermakan hartanya untuk fakir miskin, yatim piatu, dan memuliakan tamu.
Kekayaan yang dimiliki tidak melalaikan ibadahnya kepada Allah dan tidak
menyebabkan ia sombong.
Karena kemuliaan Nabi Ayub AS
tersebut Allah memberikan beberapa ujian kepadanya melalui permohonan setan, di
antaranya :
1. Allah memberikan cobaan dengan mengambil semua
harta Nabi Ayub AS. walaupun hartanya habis dan jatuh miskin, Nabi Ayub tetap
teguh imannya.
2. Semua putra-putri kesayangannya Nabi AYub
yang patuh dan berakhlak baik meninggal dunia. Walaupun demikian Nabi Ayub
tetap menghadapinya dengan rela dan sabar.
3. Allah mencoba Nabi Ayub dengan menderita sakit
kulit selama kurang lebih 7 tahun. kondisi Nabi Ayub AS sangat memprihatinkan.
Tubuh Nabi Ayub AS tidak ada yang utuh kecuali lisan dan hatinya. Walaupun
dengan kondisi demikian, beliau tetap teguh imannya dan bertambah ibadahnya.
Kemalangan yang diderita oleh
Nabi Ayub AS membuat semua saudara, dan bahkan istrinya menjauhinya, kecuali
istri yang sangat setia dan penyabar yaitu Rahmah. Rahmah
dengan sabar merawat Nabi Ayub AS. Semua ujian itu adalah permohonan setan pada
Allah karena setan iri terhadap Nabi Ayub AS. Dengan sabar dan tabah Nabi Ayub
AS menjalani ujian tersebut dan terus berdoa kepada Allah agar disembuhkan
penyakitnya. Doa Nabi Ayub AS dikabulkan oleh Allah SWT dan beliau bisa sembuh
seperti sedia kala. Kekayaannya kembali seperti dulu lagi dan dianugerahi
kekayaan yang berlipat ganda.
2. Kisah Nabi Musa AS
a. Kelahiran Nabi Musa AS
2. Kisah Nabi Musa AS
a. Kelahiran Nabi Musa AS
Nabi Musa anak dari Imran bin Yasar. Ibunya bernama
Yukabad binti Dahat, dari keturunan Bani Israil. Nabi Musa dilahirkan di Mesir
yang ketika itu di bawah kepemimpinan Raja Fir'aun yang zalim. Fir'aun seorang
yang takabur, sombong, dan mengaku dirinya sebagai Tuhan. Bagi yang tidak patuh
dan tidak mempercayai dia sebagai Tuhan akan dihukum mati.
Pada suatu malam Fir'aun bermimpi. Dalam mimpinya ia
melihat mahkotanya direbut oleh seorang laki-laki dari Bani Israil. Setelah
bangun, ia memerintahkan para ahli nujum untuk mencari tahu tafsir tentang
mimpinya itu. Para ahli nujum memberitahu bahwa mimpi itu memberi isyarat akan
datangnya seorang laki-laki dari Bani Israil yang menjatuhkan kekuasaan Raja
Fir'aun.
Mendengar hal itu, Raja Fir'aun segera memrintahkan
bala tentaranya untuk membunuh bayi laki-laki yang baru lahir. Mendengar
keputusan Raja Fir'aun, ibunda Nabi Musa merasa takut jika nanti melahirkan
kemudian bayinya dibunuh. Setelah Yukabad melahirkan bayi yang diberi nama
Musa, Allah mengilhamkan agar bayi itu dihanyutkan ke sungai Nil. atas izin
Allah, bayi itu dibawa arus dalam sebuah peti menuju kolam pemandian istana
Fir'aun. Peti itu ditemukan istri Raja Fir'aun yang bernama Siti Asiah.
Ia membawa bayi itu ke hadapan Raja Fir'aun dan hampir saja membunuhnya. Asiah
berkata "Janganlah engkau bunuh bayi ini karena saya menyayanginya.
Sebaiknya kita jadikan anak. Bukankah kita tidak mempunyai anak?" Sejak
itulah Musa menetap di istana Fir'aun dan menjadi anak angkatnya.
b. Masa Dewasa Nabi Musa AS
Setelah Musa dewasa, Allah
memberikan anugerah kepadanya berupa ilmu pengetahuan dan hikmah. Pada suatu
ketika, Nabi Musa berjalan-jalan melihat keadaan kota, tiba-tiba, ia bertemu
dengan dua orang yang sedang berkelahi. Satu orang golongan Qibti (golongan
kerajaan) yang satu dari golongan Bani Israil (golongan Nabi Musa). Ketika Nabi
Musa AS hendak mendamaikan keduanya, orang Qibti tidak mau berdamai. Dia sangat
sombong karena merasa berasal dari golongan raja. karena tidak mau, Nabi Musa
menamparnya hingga jatuh dan meninggal.
Nabi Musa menyesali kejadian itu,
ia pun memohon ampun kepada Allah. Berita kematian orang Qibti itu sampai
kepada Fir'aun. Ia memerintahkan tentaranya untuk menangkap Nabi Musa AS. akan
tetapi sebelum itu terjadi, ada seseorang yang memberitahu tentang rencana
Fir'aun. Dia menyarankan agar Nabi Musa AS segera meninggalkan Mesir. Nabi Musa
AS pun menurutinya, ia pergi sejauh-jauhnya tanpa tahu arah yang dituju.Nabi
Musa AS berhenti di sebuah tempat, di sana ia melihat banyak penggembala sedang
mengambil air untuk kambing-kambing mereka, diantara para penggembala itu ada
dua orang gadis yang sedang menunggu. Nabi Musa AS pun menolong kedua gadis
tersebut. Kemudian Nabi Musa AS ditawari untuk singgah di rumah orang tua gadis
itu, yang tidak lain adalah Nabi Syu'aib AS. Akhirnya Nabi Musa AS untuk
menjadi menantunya
3.Kisah Nabi Isa AS
a. Kelahiran Nabi Isa AS
Nabi Isa lahir di kota Betlehem atau Palestina pada
tahun 622 Sebelum Masehi. Nabi Isa adalah putra dari Maryam. Kakeknya bernama
Imran yaitu seorang tokoh Bani Israil. Sejak Imran meninggal, Maryam diasuh
oleh Nabi Zakaria di lingkungan Baitul Maqdis. Selama hidupnya diisi dengan
beribadah kepada Allah SWT dan tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.
Suatu ketika, Malaikat Jibril diutus Allah SWT untuk
memberi kabar bahwa Maryam akan mengandung dan melahirkan seorang anak
laki-laki. Mendengar berita itu, Maryam merasa bingung dan bertanya: "
Mungkinkah aku akan mempunyai seorang anak sedang aku belum bersuami?"
Malaikat Jibril pun menjelaskan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
Jika Allah menginginkannya, maka akan terjadi karena Allah Maha Kuasa.
Berita yang disampaikan Jibril ternyata benar dan
Maryam pun mengandung. Melihat Maryam hamil tanpa suami, orang-orang
mencemoohnya dan menuduhnya sebagai wanita yang hina. Maryam merasa malu, tapi
ia sabar dan pasrah dengan semua kehendak Allah. Untuk menghindari ejekan
orang, Maryam pun meninggalkan Baitul Maqdis dan pergi ke kampung asalnya di
desa Annasirah. Ketika waktu melahirkan pun tiba, Maryam pun
meninggalkan rumah untuk mencari tempat sepi dan jauh dari keramaian. Ia
berhenti di bawah sebuah pohon kurma dan melahirkan bayi laki-laki. Sesuai
petunjuk Malaikat Jibril, bayi itu diberi nama Isa Al-Masih. Tempat lahirnya
Nabi Isa AS diberi nama Bait al Lahmi atau dikenal dengan nama
Bait Lehem. Orang-orang kini menyebutnya Betlehem.
Setelah melahirkan, Maryam pun pulang bersama
putranya. Orang-orang pun kembali mencemoohnya dan menuduhnya sebagai anak
haram. Mereka menanyakan bagaimana bisa seseorang wanita melahirkan bayi tanpa
seorang suami. Maryam pun tetap diam. Namun karena didesak, Maryam memberi
isyarat kepada orang-orang agar menanyakan langsung kepada bayinya. Orang-orang
pun heran dan berkata : "Bagaimana mungkin kami dapat berbicara dengan
seorang bayi yang masih dalam ayunan?" Dengan kekuasaan Allah, Nabi Isa AS
yang masih bayi menjawab, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an :
"Berkata Isa : "Sesungguhnya aku ini hamba
Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang
Nabi." (QS. Maryam : 30).
b. Nabi Isa AS diangkat menjadi Rasul
Nabi Isa AS tumbuh menjadi anak yang baik.
Teman-temannya mengenal dirinya sebagai anak yang taat beribadah, hormat pada
orang tua, penyabar, cerdas, dan suka menolong. Teman-temannya pun sangat
senang kepadanya.
Ketika Nabi Isa AS berusia 30 tahun, Allah
mengangkatnya menjadi Rasul. Saat itu, ia bersama ibunya sedang berada di
sebuah gunung bernama Zaitun. Tiba-tiba Malaikat Jibril datang membawa wahyu
dari Allah dan memberi kabar bahwa dirinya diangkat menjadi seorang
rasul.
Sejak saat itu, nabi Isa AS mulai menyebarkan wahyu
yang ia dapatkan. Kumpulan wahyu yang diberikan kepadanya terdapat dalam kitab
suci Injil. Kitab Injil berisi ajaran tauhid, yaitu meng-Esakan Allah SWT.
Begitu juga dalam kitab Injil juga dikabarkan akan
datangnya hari kiamat dan seorang rasul terakhir yang menyempurnakan ajaran
rasul-rasul sebelumnya, yang bernama Ahmad (Muhammad).
Ajaran yang dibawa Nabi Isa AS menyempurnakan ajaran
yang dibawa Nabi Musa AS. Saat itu, banyak pendeta Yahudi yang menyelewengkan
ajaran Nabi Musa AS. Para pendeta itu mengajarkan bahwa berkorban harta untuk
para pendeta sama dengan berkorban untuk Allah. Akibatnya, para pendeta hidup
kaya raya, sedangkan kaumnya hidup menderita.
Nabi Isa AS sangat giat berdakwah. Namun, ia mendapat
tantangan yang sangat keras dari para pendeta Yahudi dan para pembesar
kerajaan. Mereka takut kehilangan harta yang mereka dapatkan dari kaumnya.
Padahal sesungguhnya mereka mengetahui bahwa ajaran Nabi Isa AS adalah benar.
Sedikit sekali kaum Yahudi yang mengikuti ajaran Nabi Isa AS. Mereka yang
menjadi pengikut Nabi Isa AS ini disebut kaum Hawariyyun.
Untuk menghancurkan ajaran Nabi Isa AS, kaum Yahudi
menuduh Nabi Isa AS telah memecah belah mereka sehingga membuat para tokoh
Yahudi marah. Mereka meminta Nabi Isa AS membuktikan kerasulannya. Allah pun
memberi nabi Isa AS mukjizat, antara lain Nabi Isa AS dapat membuat burung dari
tanah yang dapat hidup dan terbang, dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit
kusta, dapat menghidupkan orang mati, dapat menurunkan makanan dari langit, dan
dapat menebak makanan yang dimakan dan disimpan orang.
Melihat semua mukjizat Nabi Isa AS, kaum Yahudi tetap
tidak mau beriman. Mereka bahkan meminta pasukan kerajaan untuk menangkap dan
membunuh Nabi Isa AS. Nabi Isa AS pun bersembunyi, namun seorang pengikutnya
bernama Yudas Iskariot atau lebih dikenal dengan nama Yahuza berkhianat dan
menunjukkan tempat persembunyian Nabi Isa AS. Namun Allah melindungi Nabi Isa
AS dengan mengangkatnya ke langit. Sedangkan Yahuza Allah menyerupakan dirinya
seperti Nabi Isa AS. Tentara kerajaan pun menangkap Yahuza yang dikiranya
adalah Nabi Isa AS tersebut, kemudian membunuhnya dengan cara disalib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar